Monday, October 27, 2014

Pengertian antara Individu, Keluarga dan Masyarakat

Nama : Rino Armadiaz Putera

Kelas : 1IA17

Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar

Dosen : Pipit Fitriyah


Individu

Individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Adapun individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Allah S.W.T di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.

Individu dengan keluarga, hubungan ini sangatlah mutlak. Dikarenakan individu terlahir dari keluarga, tumbuh dan berkembang dalam keluarga yang suatu saat individu ini akan membentuk keluarganya sendiri. Peran individu dalam keluarga merupakan resultan dari relasi biologis, psikologis dan sosial. Relasi khusus ini mencangkup kebudayaan lingkungan keluarga yang dinyatakan melalui bahasa (adat-istiadat, kebiasaan, norma-norma, dan nilai-nilai agama).

Individu dengan masyarakat, hubungan ini adalah tahap selanjutnya dari seseorang yang telah mempelajari cara berinteraksi yang telah diajarkan dalam keluarga. Dalam hal ini, individu memasuki suatu ruang lingkup yang sangat luas karena terdapat individu yang berbeda dan berasal dari berbagai daerah/komunitas. Masyarakat itu bersifat makro. Sifat makro diperoleh dari kenyataan, bahwa masyarakat pada hakiaktnya terdiri dari sekian banyak komunias yang berbeda, sekaligus mencakup berbagai macam keluarga, lembaga dan individu – individu.

Pertumbuhan Individu

Perkembangan manusia sebagai makhuk individu yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Dalam arti lain, individu atau pribadi manusia merupakan keseluruhan jiwa raga yang mempunyai cirri-ciri khas tersendiri. Walaupun terdapat perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa. Timbul berbagai pendapat dari berbagai aliran mengenai pertumbuhan. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian. Bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedangkan keseluruhan ada pada kemudian. Bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan asosiasi. Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh timbal balik dari pengalaman atau empiri luar melalui pancaindera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenal keadaan batin sendiri yang menimbulkan sensation.
Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keselurhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain. Jadi menurut proses ini keselurhan yang lebih dahulu ada, baru kemudian menyusul bagian-bagiannya. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ini adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yangsemula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.
Konsep aliran sosiologi tentang pertumbuhan menganggap pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan

  1. Pendirian Nativistik. Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak lahir
  2. Pendirian Empiristik dan environmentalistik. Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
  3. Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
Dalam pertumbuh kembangan suatu individu tak dapat terlepas dari peranan keluarga dalam membentuk pertahanan terhadap serangan penyakit sosial sejak dini. Orang tua yang sibuk dengan kegiatannya sendiri tanpa mempedulikan bagaimana perkembangan anak-anaknya merupakan awal dari rapuhnya pertahanan anak terhadap serangan penyakit sosial.
Sering kali orang tua hanya cenderung memikirkan kebutuhan lahiriah anaknya dengan bekerja keras tanpa mempedulikan bagaimana anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan alasan sibuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Alasan tersebut sangat rasional dan tidak salah, namun kurang tepat, karena kebutuhan bukan hanya materi saja tetapi juga nonmateri. Kebutuhan nonmateri yang diperlukan anak dari orang tua seperti perhatian secara langsung, kasih sayang, dan menjadi teman sekaligus sandaran anak untuk menumpahkan perasaannya.
Kesulitan para orang tua untuk mewujudkan keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan lahir dan batin inilah yang menjadi penyebab awal munculnya kenakalan remaja yang dilakukan anak dari dalam keluarga yang akhirnya tumbuh dan berkembang hingga meresahkan masyarakat. Misalnya, seorang anak yang tumbuh dari keluarga yang tidak harmonis.
Kasih sayang dan perhatian anak tersebut cenderung diabaikan oleh orang tuanya. Oleh sebab itulah, ia akan mencari bentuk-bentuk pelampiasan dan pelarian yang kadang mengarah pada hal-hal yang menyimpang. Seperti masuk dalam anggota genk, mengonsumsi minuman keras dan narkoba, dan lain-lain. Ia merasa jika masuk menjadi anggota genk, ia akan diakui, dilindungi oleh kelompoknya. Di mana hal yang demikian tersebut tidak ia dapatkan dari keluarganya. Oleh karena itu, sangatlah dibutuhkan suatu keluarga yang harmonis oleh suatu individu dalam perkembangannya.
Fungsi yang dijalankan keluarga adalah :
  1. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
    1. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
    2. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
    3. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
    4. Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
    5. Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
    6. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
    7. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
    8. Memberikan kasih sayang, perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi.
Selain keluarga, perilaku masyarakat disekitarnya pun turut berperan dalam menentukan pola perkembangan suatu individu. Masyarakat sendiri berarti suatu istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara berbagai individu. Dari segi pelaksanaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat – atau tidak dibuat – oleh kumpulan orang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial.
Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan menjadi:
  1. Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.
  2. Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Kemudian dalam perkembangannya masyarakat dapat pula digolongkan menjadi masyarakat non industri dan masyarakat industri.

1. Masyarakat non industri

a. Kelompok Primer

Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Biasa disebut juga dengan kelompok “face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.
b. Kelompok sekunder

Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh sebab itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok diluar atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, Obyektif.

2. Masyarakat industri

Masyarakat yang pembagian kerjanya bertambah kompleks, suatu tanda  bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Manusia sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat di pisahkan antara jiwa dan raganya, dalam proses perkembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya. Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial di tengah–tengah masyarakat.
Masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling keterikatan untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut.
Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan dengan mudah dirumuskan gejala – gejalanya. Karena di sini akan terlibat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok  atau anggota masyarakat.
Aspek individu, keluarga, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuhkembangkan perilakunya. Karena tak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan media sosialisasi seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya secara lebih luas. Sehingga dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam suatu masyarakat tersebut.

Sumber :
http://wafiq-agito.blogspot.com/2012/11/fungsi-keluarda-hubungan-antara.html
http://epistemologyideas.wordpress.com/2012/10/22/hubungan_antara_individu-keluarga-masyarakat/
 http://ervannur.wordpress.com/2010/10/16/hubungan-individu-keluarga-dan-masyarakat/

Tuesday, October 21, 2014

Ilmu Sosial Dasar

Nama : Rino Armadiaz Putera
NPM : 59414443
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Dosen : Pipit Fitriyah

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan ( Dinamika dan Perkembangannya)


Di suatu negara pastinya terdapat masyarakat didalamnya. Dan masyarakat tersebut pastinya memiliki kebudayaan yang berbeda beda. seperti di indonesia walaupun satu negara banyak sekali kebudayaannnya, kita bisa lihat di jakarta terdapat kebudayaan betawi, di jawa barat bisa kita lihat kebudayaan sunda, dan masih banyak daerah diindonesia yang memiliki kebudayaan yang menarik dan patut kita untuk melestarikannya.

Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. sementara itu Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. di dalam masyarakat terdapat unsur-unsur yang harus ada dalam masyarakt tersebut pertama harus ada perkumpulan manusia dan itupun harus banyak, kedua telah bertempat tinggal disuatu tempat dalam waktu yang sangat lama, dan yang ketiga adanya aturan untuk mengatur masyarakt untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan yang sama. sebelum kita mengetahui apa itu kebudayaan, sebaiknya kita mengatahui apa yang dimaksud dengan budaya Budaya berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. budaya juga bisa diartikan sebagai berikut suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. kebudayaan menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. dan Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. jadi dapat diartikan kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia dalam kehidupan sehari-hari. kebudayaan diindonesia amatlah banyak, dan kebudayaan itupun sangat unik sebagai anak bangsa kita harus bangga terhadap kebudayaan indonesia dan kita wajib untuk melestarikannya. okaydokay, sekarang kita masuk ke 7 unsur kebudayaan, jika kita masuk ke suatu daerah atau suatu negara atau juga suatu kota, pasti disana akan adanya perbedaan dan akan menemukan 7 aspek kebudayaan dalam masyarakat yang kita kunjungi tersebut, 
7 unsur kebudayaan itu:
·         Bahasa
·         Peralatan dan teknologi
·         Ekonomi dan mata pencaharian hidup
·         Kemasyarakatan dan organisasi sosial
·         Ilmu pengetahuan
·         Kesenian
·         Kepercayaan atau agama
                                                              
Dalam pergaulan hidup didalam masyarakat setidaknya ada 4 norma pokok yang banyak di dalam masyarakat indonesia, ini dia:
·         Norma agama, perintah, aturan, ajaran-ajaran, larangan dan pedoman yang berasal dari tuhan, Contoh:minum-minuman keras, membunuh, mencuri,
·         Norma kesusilaan, perturan hidup yang datangnya dari hati nurani dan oleh setiap orang dijadikan pedoman dalam bersikap dan berbuat, Contoh Seorang anak durhaka kepada orang tuanya
·         Norma kesopanan, peraturan hidup yang datangnya dari pergaulan sosial yang diikuti dan ditaati sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku manusia terhadap lingkungan, Contoh orang yang lebih muda harus menghormati orang yang lebih tua, sementara orang yang lebih tua harus menyayangi orang yang lebih muda
·         Norma hukum peraturan-peraturan yang timbul dari hukum yang dibuat oleh penguasa negara yang isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaannya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara contoh adannya pasal-pasal, adanya hukum yang mengatur masyarakat.

Thursday, October 16, 2014

Macam - Macam Metode Penyortiran Data


Nama : Rino Armadiaz Putera
NPM : 59414443
Kelas : 1IA17
Subject : Tugas Sorting AP1A
Mata Kuliah : Algoritma Pemograman 1A
Dosen : Kunto Bayu A.
    
     1. Pengertian Metode Bubble Sort :
Bubble Sort (metode gelembung) adalah metode atau algoritma pengurutan dengan cara melakukan penukaran data dengan tempat disebelahnya jika data sebelum lebih besar daripada data sesudahnya secara terus menerus sampai bisa dipastikan dalam satu iterasi tertentu tidak ada lagi perubahan, atau telah ter-urut dengan benar. 

    
     2. Pengertian Selection Sort :

Selection Sort berbeda dengan Bubble sortSelection Sort pada dasarnya memilih data yang akan diurutkan menjadi dua bagian, yaitu bagaian yang sudah diurutkan dan bagian yang belum di urutkan.
Langkah pertama dicari data terkecil dari data pertama sampai data terakhir. Kemudian data terkecil ditukar dengan data pertama. Dengan demikian, data pertama sekarang mempunyai nilai paling kecil dibanding data yang lain. Langkah kedua, data terkecil kita cari mulai dari data kedua sampai terakhir. Data terkecil yang kita peroleh ditukar dengan data kedua dan demikian seterusnya sampai semua elemen dalam keadaan terurutkan. Metode ini lebih efektif dari pada metode bubble karena tidak memerlukan banyak pertukaran dan pengalokasian memori.


     3. Pengertian Insertion Sort : 

Insertion sort merupakan salah satu algoritma pengurutan dengan cara menemukan nilai yang lebih kecil, sehingga algoritma ini menyelesaikan pengurutan secara bertahap dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Dengan syarat elemen yang akan diurutkan selanjutnya diurutkan dulu pada elemen-elemen yang telah terurut sebelumnya dengan cara langsung menyisipkan diantara elemen tersebut yang sesuai. 


      4. Pengertian Shell Sort :

Shell Sort merupakan algoritma yang satu jenis dengan insertion sort, dimana pada setiap nilai i dalam n/i item diurutkan. Pada setiap pergantian nilai, i dikurangi sampai 1 sebagai nilai terakhir.




     5. Pengertian Merge Sort :

Merge Sort dirumuskan dalam 3 langkah berpola Divide and Conquer. Berikut menjelaskan langkah kerja dari Merge sort :

1. Divide :
Memilah elemen – elemen dari rangkaian data menjadi dua bagian.

2. Conquer :

Conquer setiap bagian dengan memanggil prosedur merge sort secara rekursif.

3. Kombinasi :
Mengkombinasikan dua bagian tersebut secara rekursif untuk mendapatkan rangkaian data berurutan
Proses rekursi berhenti jika mencapai elemen dasar. Hal ini terjadi bilamana bagian yang akan diurutkan menyisakan tepat satu elemen. Sisa pengurutan satu elemen tersebut menandakan bahwa bagian tersebut telah terurut sesuai rangkaian.

     
     6. Pengertian Quick Sort :

Metode Quick Sort berdasar pada pola Divide and Conquer. Berbeda dengan merge sort, metode ini hanya mengikuti langkah – langkah sebagai berikut :

1. Divide
Memilah rangkaian data menjadi dua sub-rangkaian A[p…q-1] dan A[q+1…r] dimana setiap elemen A[p…q-1] adalah kurang dari atau sama dengan A[q] dan setiap elemen pada A[q+1…r] adalah lebih besar atau sama dengan elemen pada A[q]. A[q] disebut sebagai elemen pivot. Perhitungan pada elemen q merupakan salah satu bagian dari prosedur pemisahan.

2. Conquer
Mengurutkan elemen pada sub-rangkaian secara rekursif. Pada algoritma quicksort, langkah ”kombinasi” tidak di lakukan karena telah terjadi pengurutan elemen – elemen pada sub-array.


     7. Pengertian Heap Sort : 

Heap sort adalah sorting yang menggunakan struktur data heap, dengan nilai atas (parent) selalu lebih besar dari pada nilai bawah (childnya).


     8. Pengertian Radix Sort :

Radix Sort termasuk ke dalam Divide and Conquer. Namun dari segi algoritma untuk melakukan proses pengurutan, radix sort tidak termasuk dalam Divide and Conquer.
Radix sort merupakan sebuah algoritma pengurutan yang mengatur pengurutan nilai tanpa melakukan beberapa perbandingan pada data yang dimasukkan.


 Sumber :

Tuesday, September 30, 2014

Pengertian Flowchart dan Algoritma

Flowchart & Algoritma

Nama       : Rino Armadiaz Putera
Npm         : 59414443
Kelas        : 1IA17
Mata Kuliah : Algoritma & Pemrograman 1 A
Dosen      : Kunto Bayu A.

   ·       FLOWCHART
       Pengertian Flowchart   
        Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urutan prosedur dari suatu program. Flowchart menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisa alternatif lain dalam pengoperasian.

        Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajarari dan dievaluasi lebih lanjut. Berikut adalah contoh sederhana gambar flowchart :


        Simbol Flowchart

        Berikut ini adalah simbol sederhana dari flowchart (diagram alir)



        Macam-macam Flowchart
Ada 5 macam menurut jogiyanto bagan alir diantranya :

  a. Bagan alir sistem (sistems flowchart)
Bagan alir sistem (system flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruan dari sistem. Bagan menjelaskan urutan-urutan dari prosedure-prosedure yang ada dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukan apa yang dikerjakan sistem. Bagan alir sistem digambar dengan simbol-simbol yang tampak sebagai berikut :
  b. Bagan alir dokumen (document flowchart)
Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut bagan alir formulir (form flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya. Bagan alir dokumen ini menggunakan simbol-simbol yang sama dengan yang digunakan di dalam bagan alir sistem.

  c. Bagan alir skematik (schematic flowchart)
Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah bagan alir skematik menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem , juga menggunakan gambar - gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir.
  
  d. Bagan alir program (program flowchart)
Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dibuat dengan menggunakan simbol-simbol sebagai berikut ini.
  e. Bagan alir proses (process flowchart)
Bagan alir proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak digunakan teknik industri. Bagan alir juga berguna bagi anilis sistem untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedure. Bagan alir proses menggunakan lima buah simbol tersendiri.
  
  ·      Pengertian Algoritma

Algoritma adalah urutan langkah untuk menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis. Algoritma menawarkan suatu metode dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Algoritma diartikan sebagai urutan langkah dalam menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis. Adapun langkah-langkah Problem Solving adalah sebagai berikut :

-         Mengidentifikasi masalah
-         Desain
-         Algoritma
-         Pembuatan program
-         Pengujian
-         Pemeliharaan

Algoritma biasa ditulis dalam bentuk pseudo code. Perhatikan contoh berikut ini:

Carilah luas persegi panjang jika diketahui x sebagai nilai panjang dan y sebagai nilai lebar.
panjang ← masukkan x sebagai nilai panjang
lebar ← masukkan y sebagai nilai lebar
luas ← panjang * lebar
Tulis luas
Tentukan bilangan masukan berikut sebagai bilangan postif, negatif atau nol.
Bilangan ← bilangan yang akan diuji
If bilangan > 0 then tulis “Bilangan Positif”
If bilangan < 0 then tulis “ Bilangan Negatif”
Tulis “Nol”
Tampilkan tulisan “Selamat Belajar” sebanyak 10 kali
x ← masukkan nilai perulangan
i ← 1
Jika i <= x, tulis “Selamat Belajar”



Saturday, September 27, 2014

Tugas Ilmu Sosial Dasar

TENTANG ILMU SOSIAL DASAR

Nama   : Rino Armadiaz Putera  
NPM   : 59414443
Kelas    : 1IA17

Dosen : PIPIT FITRIYAH

   1.  Pengertian Ilmu Sosial Dasar
           Ilmu Sosial Dasar (ISD) merupakan persatuan dari disiplin ilmu sosial yang digunakan dalam komunikasi  dan pemecahan masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar kita. ISD memberikan pengetahuan melalui sikap sosial antar sesamanya, agar tumbuh kehidupan yang bermartabat dan rukun.

   2.  Fungsi Sosial Dasar
Dengan kemampuan yang kita miliki, lulusan perguruan tinggi diharapkan menjadi sarjana yang ahli di bidang yang ditekuninya, sertau mau dan bisa memberi keahliannya untuk kepentingan masyarakat Indonesia dan umat manusia.

   3.Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
Ilmu Sosial Dasar memiliki dua kelompok utama, yaitu : studi masyarakat, dan studi lembaga. Yang terutama terdiri dari psikologi, sosiologi, dan antropologi, sedangkan yang lainnya terdiri dari ekonomi dan politik.
Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan   atas dua golongan yaitu:

1. Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangannya. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.

2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan sosial

   4.  Hakikat dari Ilmu Sosial Dasar (Untuk Perguruan Tinggi)
Ilmu Sosial Dasar (ISD) mengutamakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Dengan demikian Ilmu Sosial Dasar memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep yang digunakan untuk melengkapi gejala sosial agar daya cermat dan tepat dalam menghadapi lingkungan sosial


Sumber :